Pelaut.

Saat ini Desember akhir
hari semakin dingin
langit semakin kelabu
dan hatiku menjadi sendu.

Belum siap aku berlayar
baru memandangi ombak saja aku mual
kepalaku sakit
dan pertanyaanku belum terjawab.

Tujuanku di sebrang pulau
tapi berlayarpun aku tak mampu
sedangkan jalan beberapa langkah ku merindukanmu.

Kasih, sang pelaut menasehatiku setiap pagi
saat ia membereskan tali-talinya atau saat ia menggosok lantai kapalnya
bahwa.. laut indah biru menyegarkan dan aku tidak perlu takut akan bahaya ataupun kematian
huh lihatlah caranya membual, bahwa sebenarnya ada 1001 macam cara aku mati di laut.

Aku mencoba melemparkan pertanyaan dikepalaku kepadanya
dia menjawab, menjawab dengan dialek laut goyang berombak, membuat ku mual tapi gembira
Apakah ini cinta?
jawabannya memberikan arah
seperti kompas
apapun yang keluar dari mulutnya bagiku utara.