Semesta Part 2



Dan pada akhirnya aku membiarkan sesuatu itu berada di semestaku.
membiarkannya meletup-letup, menciptakan bintang-bintang baru, tidak menjauh tidak juga bertubrukan, mengagetkan kosmosku yang tidur panjang, mengaliri sungai-sungai gamma yang meronakan pipi.
orbitnya mula-mula teratur, sepakat untuk menyesuaikan, menaati 78 arti major dan minor arcana.
dan lalu membiarkannya meledak dan memancarkan energi lebih banyak, aku berdoa dan berjudi dengan Tuhan pada waktu yang bersamaan.

Mikail membangunkanku dalam mimpi, katanya "Berhati-hatilah, bu.. Kau berimajinasi tidak wajar, keraguan yang tidak mendasar dan berakhir pada kecemasan yang irasional. Aku memahami kau, ibunda. kau adalah idealisme dan dia tidak pernah memprioritaskanmu pada daftar masa depannya."

Sesuatu itu mulai cemas, katanya "Memang kamu Tuhan?"
padahal aku telah kalah bermain judi dengan Tuhan,

ditulis pada waktu matahari terbenam hari ulang tahun bintang.