Semesta Part 2



Dan pada akhirnya aku membiarkan sesuatu itu berada di semestaku.
membiarkannya meletup-letup, menciptakan bintang-bintang baru, tidak menjauh tidak juga bertubrukan, mengagetkan kosmosku yang tidur panjang, mengaliri sungai-sungai gamma yang meronakan pipi.
orbitnya mula-mula teratur, sepakat untuk menyesuaikan, menaati 78 arti major dan minor arcana.
dan lalu membiarkannya meledak dan memancarkan energi lebih banyak, aku berdoa dan berjudi dengan Tuhan pada waktu yang bersamaan.

Mikail membangunkanku dalam mimpi, katanya "Berhati-hatilah, bu.. Kau berimajinasi tidak wajar, keraguan yang tidak mendasar dan berakhir pada kecemasan yang irasional. Aku memahami kau, ibunda. kau adalah idealisme dan dia tidak pernah memprioritaskanmu pada daftar masa depannya."

Sesuatu itu mulai cemas, katanya "Memang kamu Tuhan?"
padahal aku telah kalah bermain judi dengan Tuhan,

ditulis pada waktu matahari terbenam hari ulang tahun bintang.


Janji

Dia:
aku enggak menjanjikan kamu bulan,
bintang,
aku kasih unjuk ke kamu,
kalo aku orang hutan,
apa adanya aku.
Aku:

kamu lucu.




ditulis pada hari selasa, bulannya.
Oh shit, what are y'all gonna do

Jack splitter

Kau ingat tidak? Kemarin kita berdansa dengan lagu sedih!
Perihnya saat ini belum ada lagu cinta yang mewakilimu.
Entah kau yang terlalu patah hati atau aku adalah sang pematah hati.
Tenang saja, kau jangan tak enak hati begini, karena aku tidak merasakan apapun.

Aku memiliki playlist spotify dengan nama when you feel the sky,
dan hatiku tuli saat mengingatmu,
lucunya, kau sang juara saat aku mendengat playlist when you fucked up,
dan aku mencintaimu sampai mulutku berliur, you are my musical taste soulmate.

Kau tau alasan mengapa aku tidak pernah jadi membeli jack splitter?
You, jack-fucking-idiot.


ditulis pada 27/7/17 12:10 am.
backsound: Your Guardian Angle - The Red Jumpsuit Apparatus.