Selingkuh Part 2

Aku mencintai 
Dan tak seorangpun yang dapat mengambil dariku.
Aku mencintai suamiku, yang selalu mendoakanku.
Tapi ku pikir aku mencitai laki-laki lain.
Dan sekali lagi aku mencari dia, memori terhebatku, saat cahaya kota menurun, lampu-lampu gedung bertingkat mulai dinyalakan, terlalu lelah untukku bertarung dengan waktu, menaiki bus menuju pinggir kota dan pulang.

Pagi ini ketika menyeruput teh, menikmati sepoi daun tebal pepohonan mengelus-elus pipiku, ritual pagi sesampainya aku di meja kerja. Aku tertampar karena malam kemarin, aku lagi-lagi melakukan kebohongan;
1. Mengapa aku harus menutupinya dengan berbohong, toh rajaku akan tetap membuka pintu hatinya walaupun ini adalah ke seribu kalinya?
2. Apakah aku hanya takut kalau saja rajaku akan marah dan menurunkan mahkotanya? atau
3. Apakah aku benar-benar mengetahui bahwa tindakanku adalah salah bahwa aku adalah budak yang dicintainya bagai selir?


ditulis pada malam seminggu sebelum raya.


Surat Cinta Untuk Anak Perempuanku.

Sayang,
dunia yang akan kau alami tak sama dengan dunia yang pernah aku alami,
akan semakin berliku-liku,
liku-liku cari nafkah, liku-liku cari sekolah, dan liku-liku mencari laki-laki.
jangan berkecil hati buah-hatiku, permataku, belahan-jiwaku, doaku selalu menyertaimu.
dan ada 10 pesanku untukmu:

1. dont get warpped up in guy until you know they truly will hold you down.
2. dont love someone more that they love you. it wont be fair for you. love someone who makes you feel loved, not just liked or lust for. passion is needed in relationship, but passion without klove is empty. love without passion is just lonely. theres a balance. find it.
3. most ppl are full crap so be who you are and not who others, not who others want you to be or the one you meet will fall for the one you are not.
4. be funny and have an open sense of humour.
5. the world of men is a world of competition. on the most basic lavel, males compete with other males for acsess to the most desirable females. males make the advances and females decide wich males they will accept. sure, in modrn times these roles are less rigid then they oce were, but for the most part, whether males are peacocks or people, we strut our stuff and hope its good engouh to get them chosen by the women they go after. let him like safe harbour.. and be so confident aboyt you, that he is the only one for you... love the soul not materialistic things.

dan jika kamu telah menemukannya

6. dont expect him to know everthing most guys dont, dont feel bad, he cannot read minds. dont jump the gun with knee jerk reactions/assumptions; breathe and ask him. if you in then be all in, invest your self and trust he will do the same. do not "keep score" of stupid shit. no ex talk samsek (red:sama sekali, of you dont kno) apa lagi sebut namanya, you are alergic, always have his back and keep your business off social media' a few pic, etc, its ok.
7. clean your husband master bedroom, make food for him, its okey if asem-asem ga jelas, give head. he will stick around, get your own money with or without him, sudah turun temurun
8. be real, keep him on his toes but ultimately make your prasense in his life a blessing more than not. be truthful, up front show respect seperti yang Agama mu ajarkan. if he gets devendsive abt other guys or justr is overprotective in general, thats a good things honey its not something that should annoy, it show he will likely be a great father in the sense that he would defend his family ti the 10th degree. men feel loved through repect, dont talk to your man down in public/in fornt of others. kalau kamu ga sengaja teriak saat sedih, langsung minta maaf.
9. jadilah wanita solehah, dengan agama dengan budaya, kau akan bersama dia yag sekufu.
10. loyality is key, major key.

Ditulis pada saat calon ayahmu dengan ibadah jumat tengah hari dan aku dimeja kerjaku.

10 Alasan

Aku perempuan, menjadi bagian cerita dari dia perempuan,

menjadi alasan kakinya melangkah menjauh,
menjadi alasan gula lebih banyak dituang dikopinya,
menjadi alasan penghapus lebih sering digunakan dalam tulisannya,
menjadi alasan mengklakson lebih sering diperjalannya,
menjadi alasan menggunakan kutek hitamnya,

menjadi alasan membuang makannya,
menjadi alasan mengumpat dalam bantal,
menjadi alasan mimpi buruk saat tidur siangnya,
menjadi alasan doanya untuk memaafkanku,
dan mengaminiku.



Ditulis pada malam melayu pecah.

Malam ini, aku berdoa di depan cermin.

Malam ini, aku berdoa di depan cermin.
Aku berdoa pada suatu Dzat yang melangit, dengan menatap dan mengasihani refleksi diri.

Aku menangis tersedu-sedu, menyesali perbuatanku malam ini. Menangisi semua pertanyaan dan pernyataan yang keluar dari mulutku, sehingga kau membalasnya, memberikan kesempatan padaku untuk melihat siapa dirimu, ibarat cermin kita satu, cermin datar dengan deskripsi buku warna keperakan. tapi pantulan dan gelombang cahayanya berbeda, merefleksikannya dengan cara berbeda, sehingga bayanganku di cermin tidak sama dengan bayanganmu.

Aku menangis tersedu-sedu, mendoakanmu. Berharap cahaya ilmu yang di sekelilingmu tidak menyilaukanmu, ibarat cermin dua arah, kau berada di ruangan dengan cahaya lebih terang dan hanya dapat melihat pantulan cahaya dirmu saja, kau berdiri dengan tangan di pinggang khas dengan ilmu rasionalitasmu, bahwa hal-hal yang tidak sama dengan bayanganmu adalah menjijikan, dan aku mendoakanmu di dalam ruangan lainnya, dengan instensitas cahaya yang lebih redup. Tidak, sayang.. tidak semenjijikan itu dan aku berdoa wahai Dzat yang maha melihat perlihatkanlah kepada dia.

Dan Aku menangis tersedu-sedu, seolah-olah Ia langsung menjawabnya, saat aku bercermin malam ini, Ia memberikan jawabanku atas doa-doa di malam dan pagi ku, bahwa aku pernah berdoa agar diperlihatkanlah takdirku, bahwa seolah-olah Ia langsung menjawabnya, saat aku bercermin malam ini, bahwa takdirku adalah diriku, dan dia adalah refleksi cahaya yang berbeda.

Lalu aku menjauhi cermin. Dan tetap berdoa.
Semoga ini adalah tahapanmu yang lain, untuk menjadikanmu lebih redup, seperti tahapan pertanyaan dan keraguanmu dulu, yang kini telah kau lewati dengan hati yang merunduk, bahwa kau telah memahami ilmu rasionalitas yang terlalu menyilaukan mata, bahwa Wahyu Ilahi adalah cahaya paling sempurna untuk menuntun ke abadian.

Ditulis pada hari merah perayaan Nabi melangit, selesai pukul 1:39 pagi.